Tuesday, April 7, 2020

Wisata yang Dapat Kita Kunjungi Jika Liburan ke Jawa TImur


East Java - Tour de Java

Jawa Timur adalah tujuan wisata yang sempurna. Daerah ini menawarkan berbagai objek wisata alam mulai dari gunung, pantai, gua hingga air terjun. Jika Anda menyukai kegiatan bermain, pertimbangkan pergi ke lokasi di daerah Batu dan Lamongan. Dalam artikel ini, kami akan membagikan 7 tujuan Jawa Timur teratas yang dapat Anda periksa selama perjalanan Anda!


Gunung Bromo

Pernahkah Anda mendengar tentang Gunung Bromo? Gunung Bromo adalah ikon Jawa Timur. Pertama, Anda akan tiba di lautan pasir yang luas. Berjalan dari tempat parkir ke puncak gunung akan membuat Anda merasa seperti berada di gurun. Kedua adalah pemandangan gunung yang menakjubkan dilihat dari kejauhan. Anda harus memanjat untuk sampai ke puncak itu akan membutuhkan satu jam berjalan baik di pasir sampai Anda dapat mencapai anak tangga, naik hingga 500 anak tangga atau lebih sampai Anda mencapai puncak. Begitu Anda tiba, Anda bisa menyaksikan matahari terbit menembus kabut, itu benar-benar pengalaman yang luar biasa.

Setiap tahun, ribuan wisatawan asing terutama dari kawasan Eropa mengunjungi Bromo, terutama selama musim panas. Mereka ingin menyaksikan sendiri keindahan Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Gunung Berapi Bromo ini terletak di daerah Probolinggo, Jika Anda tidak cukup kuat untuk bepergian, sewalah seekor kuda ke kaki gunung lalu naik tangga ke puncak.

Kawah Ijen

Kawah Ijen telah berhasil menjadi ikon kedua Jawa Timur. Terletak di daerah Banyuwangi, kawah gunung ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan di danau belerang biru kehijauan. Kawah gunung terus memancarkan belerang. Ini adalah tujuan yang bagus untuk orang-orang yang ingin menikmati pendakian yang mudah sambil menonton pemandangan gunung yang menakjubkan.

Daya tarik yang ditawarkan oleh Ijen adalah kegiatan penambangan belerang yang unik. Ada tebakan orang yang menambang sejak dini hari untuk menjatuhkan batu-batu belerang. Selain itu, Kawah Ijen juga memiliki api biru yang merupakan salah satu fenomena alam terbaik di dunia. Pada dini hari, area kawah di gunung ini menyebar biru seperti api. Untuk dapat melihat, Anda harus mulai mendaki pada jam 1:00 atau jam 2 pagi sehingga sinar matahari tidak mengaburkan fenomena menakjubkan ini!


Museum Angkut

Museum Angkut terletak di daerah Kota Batu, pusat Jawa Timur. Museum ini menawarkan beragam koleksi kendaraan transportasi dari zaman kuno hingga modern. Ada berbagai sepeda, sepeda motor, mobil, dan pesawat miniatur yang dipajang yang menarik orang dan pengumpul dari seluruh dunia.

Selain menawarkan berbagai koleksi kendaraan, museum, yang memiliki luas hingga dua hektar, juga memiliki bagian bertema. Bagian dari museum dirancang agar sangat mirip dengan distrik Hollywood hingga Eropa Kuno. Pada beberapa kesempatan juga ada parade seperti karnaval yang diadakan di Museum Angkut. Dengan koleksi lebih dari 300 kendaraan, area Museum Angkut adalah tempat yang sempurna untuk berhenti foto.

Candi Penataran

Penataran, adalah Pura Hindu yang telah ada sejak Kerajaan Kediri dan digunakan sampai era Kerajaan Majapahit. Kompleks Penataran adalah kompleks candi terbesar di Jawa Timur dan terletak di lereng barat daya Gunung Kelud. Berdiri di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, Candi Penataran terletak di Desa Panataran, Blitar.

Candi Penataran ditemukan pada tahun 1815 dan tidak diketahui secara luas hingga tahun 1850. Kompleks candi ini ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang merupakan Letnan Gubernur Jenderal untuk masa kolonial Inggris di Indonesia pada waktu itu. Nama asli Kuil Penataran diyakini sebagai Kuil Palah menurut Prasasti Palah dan dibangun pada 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra). Raja memerintah Kerajaan Kediri antara 1190 - 1200. Kuil ini dibangun sebagai tempat upacara pemujaan untuk menetralisir atau menghindari bahaya yang disebabkan oleh meletusnya Gunung Kelud. Jika Anda seorang penggemar sejarah dan kuil tua,

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran terletak di dua kota yaitu Situbondo dan Banyuwangi. Dengan luas mencapai 25.000 hektar, kawasan ini dibagi menjadi beberapa wilayah berbeda. Pertama, ada daerah pegunungan dengan Gunung Baluran sebagai puncak tertinggi. Lalu, ada kawasan hutan musiman, hutan bakau di dekat pantai dan sabana.

Objek wisata paling menarik di Taman Nasional Baluran adalah sabana yang luas. Selama musim hujan daerah ini akan berwarna hijau dan dipenuhi dengan banyak binatang liar. Wisatawan yang datang ke tempat ini dapat menyaksikan kerbau, kerbau liar, coyote, rusa, dan macan tutul.

Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo adalah salah satu tujuan populer di Kota Batu Malang, Jawa Timur. Terletak di lereng pegunungan, air terjun ini menawarkan tiga hal kepada pengunjung. Pertama, tentu saja, air menabrak dari atas bukit yang memberikan efek embun segar meskipun siang hari terasa sangat panas. Yang kedua adalah lanskap yang menarik. Karena terletak di kaki gunung, daerah ini dipenuhi dengan hutan lebat. Hewan liar seperti kera kadang turun di pagi atau sore hari untuk mencari makanan atau menunggu wisatawan yang sering memberi makanan kepada mereka.

Yang terakhir adalah daerah Mancakrida. Pengunjung yang datang dapat ikut serta dalam berbagai aktivitas luar ruang yang menyenangkan. Ada game flying fox, memanjat pohon serta game lain yang membutuhkan ketangkasan. Tidak jauh dari lokasi utama terdapat juga labirin yang cocok untuk lokasi berburu foto.

Gua Gong

Gua Gong adalah gua yang indah yang menawarkan keindahan stalaktit dan stalagmit serta ukiran alami di dalamnya. Gua ini terletak di Desa Bomo sekitar 140 km selatan kota Solo. Begitu masuk ke dalam gua, Anda bisa melihat berbagai stalagas dan stalagmit besar. Beberapa batu yang terbentuk selama jutaan tahun diberi nama-nama Jawa seperti Selor Giri, Selo Pakuan Buwono dan Selo Bantara Angin untuk membuatnya terlihat lebih menarik dan memiliki sensasi magis.

Seperti namanya, beberapa bagian dari batu di gua akan berdering dengan keras ketika dipukul. Suara keras "Gong" akan bergema sehingga menyerupai pertunjukan "Gamelan".

Monday, April 6, 2020

Sejarah Kota Malang dan Peninggalan Kerajaan Hindu dan islam

blog okta: MALANG CITY

Malang adalah sebuah kota di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ia memiliki sejarah sejak zaman Kerajaan Singhasari. Ini adalah kota terpadat kedua di provinsi ini, dengan jumlah penduduk 887.443 menurut estimasi 2016. Wilayah metro-nya adalah rumah bagi 3.663.691 penduduk yang tersebar di dua kota dan 22 kabupaten. Malang adalah kota terbesar ketiga berdasarkan ekonomi di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Kediri, dengan PDB 2016 yang diperkirakan sebesar Rp44,30 triliun. 

Kota ini terkenal dengan iklimnya yang ringan. Selama masa penjajahan Belanda, itu adalah tujuan populer bagi penduduk Eropa. Sampai sekarang, Malang masih memegang posisinya sebagai tujuan populer bagi wisatawan internasional. Malang menyimpan berbagai peninggalan sejarah. Kota ini menyimpan peninggalan masa Kerajaan Kanjuruhan sampai masa Belanda. Peninggalan Belanda pada umumnya berupa bangunan-bangunan kuno seperti gereja Kayutangan dan katedral Ijen yang memiliki arsitektur gotik. Malang juga mengadakan berbagai acara untuk melestarikan warisan budayanya, salah satunya adalah Malang Tempo Doeloe Festival. Malang juga memiliki banyak peninggalan sejarah yang telah menjadi landmark seperti Tugu Malang (Alun-alun Bundar). Malang juga terkenal karena dicap sebagai kota pendidikan. Kota ini memiliki salah satu universitas terbaik di Indonesia seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

Sejarah 

Daerah Malang pada zaman Pleistosen masih berupa cekungan yang dalam diapit oleh aktivitas gunung berapi dari pegunungan seperti Pegunungan Karst di Selatan, Kawi, Butak, dan Kelud di Barat, kompleks Anjasmoro, dan Arjuno-Welirang di Timur Laut dan Utara, dan Kompleks Pegunungan Tengger di Timur. Cekungan belum dihuni oleh manusia karena kondisinya masih berupa lava dan aliran lava panas dari pegunungan di sekitarnya. Menjelang musim hujan, cekungan Malang dipenuhi air yang mengalir melalui lereng gunung yang mengarah ke sejumlah sungai dan membentuk rawa kuno. Rawa-rawa menyebar untuk membuat danau kuno.

Kerajaan Hindu dan Islam

Kerajaan Kanjuruhan
Sejarah Kabupaten Malang dapat diungkapkan melalui prasasti Dinoyo pada tahun 760 sebagai dokumen resmi utama untuk mendukung kelahiran Malang sebelum prasasti baru ditemukan pada tahun 1986, yang belum diuraikan. Menurut prasasti, disimpulkan bahwa abad ke-8 adalah awal dari keberadaan pemerintah Kabupaten Malang karena kelahiran Raja Gajayana memerintah kerajaan Hindu India-nya di Malang. Dari prasasti Dinoyo, tercatat bahwa prasasti tersebut menggunakan "Candra Sengkala" atau Kalender Kronograf, dan menyatakan bahwa tanggal lahir Kabupaten Malang adalah pada Jum'at Legi (Jumat manis) 28 November 760.

Kerajaan Medang
Kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan diperkirakan tidak akan bertahan lama. Kerajaan itu akhirnya di bawah kekuasaan Medang i Bhumi Mataram (Kerajaan Mataram Kuno atau Medang) selama kepemimpinan Raja Dyah Balitung (899-911 M). Dalam Prasasti Balingawan (813 Saka / 891 M), disebutkan Pu Huntu sebagai Rakryan Kanuruhan (penguasa karakter Kanuruhan) pada masa pemerintahan Raja Mpu Daksa (911-919 M). Wilayah yang dulunya merupakan kerajaan otonom telah turun satu tingkat ke watak (wilayah) yang setingkat dengan wilayah adipati atau distrik (satu tingkat di bawah otoritas raja). Watak Kanuruhan yang meliputi pusat kota Malang saat ini adalah entitas yang berdiri berdampingan dengan Watak Hujung (di Ngujung, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) dan Watak Tulihan (di Tegaron, Lesanpuro, Kedungkandang, Kabupaten Malang) yang masing-masing mengawasi beberapa wanua (tingkat desa).

Kerajaan Kahuripan, Janggala, dan Kediri
Tidak ada catatan yang menjelaskan secara rinci status dan peran daerah di sekitar Malang selama kepemimpinan Raja Airlangga selain fakta bahwa Malang memasuki wilayah Kerajaan Kahuripan. Karena wilayah Malang bukan lagi pusat pemerintahan Kerajaan yang berpusat di sekitar Gunung Penanggungan dan Sidoarjo dengan ibukotanya Kahuripan. Bahkan ketika Raja Airlangga membagi Kahuripan menjadi Panjalu yang berpusat di Daha (Kadiri) dan Jenggala yang tetap berpusat di Kahuripan, wilayah Malang dimasukkan sebagai perangkat kekuasaan kedua kerajaan. Namun, dapat dipastikan bahwa wilayah Malang memasuki wilayah Jenggala pada saat pembagian ini. Pembagian Kahuripan menunjukkan bahwa Gunung Kawi digunakan sebagai batas dari dua kerajaan baru dengan sisi timur diperoleh oleh Jenggala.

Kekaisaran Singhasari
Runtuhnya Panjalu / Kadiri dan kelahiran Kerajaan Tumapel di Malang berasal dari kelas Brahmana dari Panjalu yang mencoba menyelamatkan diri dari penganiayaan politik oleh Raja Kertajaya. Mereka melarikan diri ke arah timur dan bergabung dengan kekuatan politik di Tumapel, yang dipimpin oleh Ken Angrok atau Ken Arok. Dia kemudian memberontak terhadap Akuwu Tunggul Ametung dan mengambil alih Tumapel. Kemenangan Ken Arok pada saat yang sama merupakan pernyataan perang untuk memisahkan dirinya dari Panjalu / Kadiri. Perebutan kekuasaan antara Kertajaya dan Ken Arok menuju wilayah Malang dan sekitarnya menyebabkan Pertempuran Ganter di Ngantang (sekarang menjadi kecamatan di Kabupaten Malang) (1144 Saka / 1222 M) yang dimenangkan oleh Ken Arok. Dia juga menahbiskan dirinya sebagai raja pertama Kerajaan Tumapel dengan gelar Rajasa Sang Amurwabhumi. Ibukota itu sendiri tetap di Tumapel tetapi mengubah namanya menjadi Kutaraja.


Kekaisaran Majapahit

Malang bukanlah pusat perebutan kekuasaan antara Jayakatwang, Raden Wijaya, dan tentara Kublai Khan dari Mongol. Setelah memenangkan suksesi kekuasaan, Raden Wijaya, yang memegang gelar Kertarajasa Jayawardhana memindahkan pusat kekuasaan ke daerah yang telah ia bangun di Hutan Tarik (sekarang di sekitar Mojokerto dan Kabupaten Tarik, Sidoarjo). Namun, wilayah Malang menyaksikan sejarah dari nasib Jayakatwang yang diasingkan ke mata air lain di Polaman (sekarang Desa Kalirejo, Kabupaten Lawang, Kabupaten Malang). Menurut Pararaton dan Kidung Harsyawijaya, di sinilah Jayakatwang terinspirasi untuk menulis Wukir Polaman, karya sastra terakhirnya sebelum dieksekusi oleh Raden Wijaya.

Kerajaan Sengguruh

Sengguruh adalah kerajaan Hindu terakhir dan sisa warisan simpatisan Majapahit di Malang. Ia adalah kerajaan yang merdeka setelah jatuhnya Majapahit. Hermanus Johannes de Graff berpendapat bahwa putra Brawijaya VII, Raden Pramana melarikan diri ke daerah pegunungan terpencil di selatan karena pendudukan Daha (Kadiri) (ibukota Majapahit sejak Girindrawardhana - Brawijaya VI) oleh Sultan Trenggana dari Demak pada 1527. Pemimpin wilayah ini adalah Arya Terung dengan gelar Adipati Sengguruh. Nama Sengguruh dikatakan terkait dengan keberadaan pusat pendidikan dan tempat tinggal para ksatria atau spanduk (biasa disebut Kepanjian atau daerah Kepanjen). Spanduk yang ingin belajar di Kepanjen dikatakan mengatakan "Ayo pergi ke Guru" yang merujuk ke tempat di mana mereka belajar. Kata-kata ini secara bertahap menjadi Sengguruh. 


Asal Usul Kota Pahlawan Surabaya yang Terkenal Dengan Perang Dunia 2

Data Crawling and Clustering The Complaints Center of Surabaya ...

Surabaya adalah ibu kota provinsi Jawa Timur Indonesia dan kota terbesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta. Kota ini memiliki populasi lebih dari 3 juta dalam batas kota dan lebih dari 10 juta di wilayah metropolitan Surabaya, menjadikannya daerah metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Terletak di Jawa timur laut di Selat Madura, ini adalah salah satu kota pelabuhan paling awal di Asia Tenggara. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Surabaya adalah salah satu dari empat kota utama di Indonesia, di samping Jakarta, Medan, dan Makassar.


Sejarah awal

Kerajaan Janggala adalah salah satu dari dua kerajaan Jawa yang dibentuk pada 1045 ketika Airlangga turun tahta demi kedua putranya. Catatan sejarah paling awal dari Surabaya ada di buku 1225 Zhu fan zhi yang ditulis oleh Zhao Rugua, di mana itu disebut Jung-ya-lu. Nama Janggala mungkin berasal dari nama "Hujung Galuh" (bahasa Jawa kuno: "Tanjung Berlian" atau "Batu Permata Tanjung"), atau "Jung-ya-lu" menurut sumber Cina. Hujung Galuh terletak di muara Sungai Brantas dan hari ini adalah bagian dari kota Surabaya modern dan Kabupaten Sidoarjo. Catatan sejarah paling awal dari Surabaya ada di buku 1225 Zhu fan zhi yang ditulis oleh Zhao Rugua, di mana itu disebut Jung ya lu. Nama Janggala mungkin berasal dari nama "Hujung Galuh" (bahasa Jawa kuno: "Tanjung Berlian" atau "Batu Permata Tanjung"), atau "Jung-ya-lu" menurut sumber Cina. Hujung Galuh terletak di muara Sungai Mas, salah satu anak sungai dari Sungai Brantas dan saat ini adalah bagian dari Surabaya dan Sidoarjo modern. 

Pada abad ke 14 hingga 15, Surabaya tampaknya menjadi salah satu pelabuhan Majapahit atau pemukiman pesisir, bersama dengan Tuban, Gresik, dan Hujung Galuh (Sidoarjo). Ma Huan mendokumentasikan kunjungan awal kapal harta karun Zheng He pada abad ke-15 dalam bukunya 1433 Yingya Shenglan: "setelah melakukan perjalanan ke selatan selama lebih dari 20 li, kapal mencapai Sulumayi, yang nama asingnya adalah Surabaya. Di muara, air yang mengalir keluar adalah fresh ". Tomé Pires menyebutkan bahwa seorang penguasa Muslim berkuasa di Surabaya pada tahun 1513, meskipun kemungkinan masih merupakan pengikut Majapahit yang paling sangat setia dan tidak akan pernah terlupakan dari jasa yang telah dibuatnya saat itu.

Ma Huan mengunjungi Jawa selama ekspedisi keempat Cheng Ho pada 1413, pada masa pemerintahan raja Majapahit Wikramawardhana. Dia menggambarkan perjalanannya ke ibukota Majapahit Untuk Cari Ilmu Prasejarah, pertama dia tiba di pelabuhan Tu-pan (Tuban) di mana dia melihat sejumlah besar pemukim Cina bermigrasi dari Guangdong dan Chou Chang. Kemudian, dia berlayar ke timur menuju kota perdagangan baru Ko-erh-hsi (Gresik), Su-pa-erh-ya (Surabaya), dan kemudian berlayar ke darat ke sungai dengan perahu kecil ke barat daya hingga mencapai pelabuhan sungai Brantas di Chang-ku (Changgu). Melanjutkan perjalanan melalui darat ke barat daya, ia tiba di Man-che-po-I (Majapahit), tempat tinggal raja Jawa.

Era prakolonial


Pada akhir abad ke-15, Islam mulai berakar di Surabaya. Pemukiman Ampel Denta, yang terletak di sekitar Masjid Ampel di kecamatan Ampel hari ini, distrik Semampir, Surabaya utara, didirikan oleh seorang dakwah Islam karismatik Sunan Ampel. 

Pada akhir abad 15 dan 16, Surabaya tumbuh menjadi kadipaten, kekuatan politik dan militer utama di Jawa Timur. Penulis Portugis Tomé Pires menyebutkan bahwa seorang penguasa Muslim berkuasa di Surabaya pada 1513, meskipun kemungkinan masih merupakan pengikut Majapahit Hindu-Budha. Pada waktu itu, Surabaya sudah menjadi pelabuhan perdagangan utama, karena lokasinya di Sungai Brantas delta dan pada rute perdagangan antara Malaka dan Kepulauan Rempah-rempah melalui Laut Jawa. Selama kejatuhan Majapahit, penguasa Surabaya menentang kebangkitan Kesultanan Demak, dan hanya tunduk pada kekuasaannya pada tahun 1530. Surabaya merdeka setelah kematian Sultan Trenggana dari Demak pada 1546. 

Kadipaten Surabaya mengalami konflik dengan, dan kemudian ditangkap oleh, Kesultanan Mataram yang lebih kuat pada tahun 1625 di bawah Sultan Agung. Itu adalah salah satu kampanye terberat Mataram, di mana mereka harus menaklukkan sekutu Surabaya, Sukadana. dan Madura, dan mengepung kota sebelum menangkapnya. Dengan penaklukan ini, Mataram kemudian menguasai hampir seluruh Jawa, kecuali Kesultanan Banten dan pemukiman Belanda di Batavia.

Zaman penjajahan


Perusahaan Hindia Timur Belanda yang berkembang mengambil alih kota dari Mataram yang melemah pada bulan November 1743. Dalam mengkonsolidasikan pemerintahannya atas Surabaya, dan pada waktunya, seluruh Jawa Timur, Belanda berkolaborasi dengan tokoh terkemuka regional, termasuk Ngabehi Soero Pernollo (1720-1776), saudaranya Han Bwee Kong, Kapitein der Chinezen (1727-1778), dan putra yang terakhir, Han Chan Piet, Majoor der Chinezen (1759-1827), semuanya berasal dari keluarga Han Lasem yang kuat. 

Pada abad ke-18 dan 19, Surabaya adalah kota terbesar di Hindia Belanda. Itu menjadi pusat perdagangan utama di bawah pemerintah kolonial Belanda, dan menjadi tuan rumah pangkalan angkatan laut terbesar di koloni itu. Surabaya juga merupakan kota terbesar di koloni yang berfungsi sebagai pusat ekonomi, industri perkebunan Jawa, dan didukung oleh pelabuhan alaminya. Pada 1920, sebuah sensus mencatat bahwa Batavia telah menjadi kota terbesar. Pada tahun 1917, sebuah pemberontakan terjadi di antara para prajurit dan pelaut Surabaya, yang dipimpin oleh Asosiasi Demokrasi Sosial Hindia. Pemberontakan itu dihancurkan dengan kuat dan para pemberontak memberikan hukuman yang keras.

Era kemerdekaan


Jepang menduduki kota pada tahun 1942, sebagai bagian dari pendudukan Indonesia, dan dibom oleh Sekutu pada tahun 1944. Setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II, Surabaya direbut oleh kaum nasionalis Indonesia. Negara muda itu segera berkonflik dengan Inggris, yang telah menjadi penjaga koloni Belanda setelah menyerahnya Jepang. 

Pertempuran Surabaya, salah satu pertempuran terkenal revolusi Indonesia, dimulai setelah Arek-Arek Suroboyo (Remaja Surabaya) membunuh Brigadir Inggris Mallaby pada 30 Oktober 1945, di dekat Jembatan Merah ("Jembatan Merah"), diduga dengan peluru nyasar. Sekutu memberikan ultimatum kepada Partai Republik di dalam kota untuk menyerah, tetapi mereka menolak. Pertempuran berikutnya, yang menelan korban ribuan jiwa, terjadi pada 10 November, yang kemudian dirayakan oleh orang Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Insiden bendera merah putih (bendera Belanda di bagian atas menara Hotel Yamato yang dirobek menjadi bendera merah putih Indonesia) oleh Bung Tomo juga dicatat sebagai prestasi heroik selama perjuangan kota ini. 

Kota ini dikenal sebagai Kota Pahlawan karena pentingnya Pertempuran Surabaya dalam menggalang dukungan Indonesia dan internasional bagi kemerdekaan Indonesia selama Revolusi Nasional Indonesia. Pada Juni 2011, Surabaya menerima Penghargaan Adipura Kencana sebagai nomor satu di antara 20 kota di Indonesia. Surabaya dilaporkan oleh warga Singapura bersih dan hijau. 

Kota atau Kabupaten yang Ada di Provinsi Jawa Timur yang Harus Kalian Ketahui


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ...

Jawa Timur (Jawa Timur) adalah provinsi Indonesia. Itu terletak di bagian timur pulau Jawa dan juga termasuk pulau Madura dan pulau-pulau di sebelah timurnya, serta pulau-pulau Bawean. Pusat administrasi provinsi terletak di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia dan pusat industri dan pelabuhan utama.

Berikut ini 7 kota/kabupaten yang terdapat di provinsi jawa timur yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda, sebagai berikut :

Blitar 

Blitar adalah kota di Jawa Timur, Indonesia, sekitar 73 km dari Malang dan 167 km dari Surabaya. Daerah ini terletak di garis bujur 111 ° 40 '- 112 ° 09' Timur dan garis lintangnya 8 ° 06 'Selatan. Kota Blitar terletak di ketinggian rata-rata 167 meter di atas permukaan laut. 

Kota ini tercatat sebagai lokasi makam Sukarno, Presiden Indonesia pertama, lima kilometer dari alun-alun kota. Istana Gebang (istana Gebang) tempat Sukarno tinggal sebagai seorang anak di dekatnya dan telah dikonversi menjadi museum. berisi banyak item untuk memperingati tempat Sukarno dalam sejarah Indonesia. Selain itu, gunung berapi Kelud yang sangat aktif terletak lebih dari 20 kilometer di utara Blitar.

Kediri 

Kediri adalah kota Indonesia, terletak di dekat Sungai Brantas di provinsi Jawa Timur di pulau Jawa. Ini adalah salah satu dari dua 'Daerah Tingkat II' yang memiliki nama 'Kediri' (Yang lainnya adalah Kabupaten Kediri).

Artefak arkeologi yang ditemukan pada 2007 tampaknya menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Kediri mungkin merupakan lokasi Kerajaan Kediri, sebuah kerajaan Hindu di abad ke-11. Kota ini adalah pusat perdagangan utama untuk industri gula dan rokok Indonesia. Kediri adalah kota terbesar kedua berdasarkan ekonomi di Jawa Timur, setelah Surabaya, dengan PDB 2016 yang diperkirakan sebesar Rp76,95 triliun.

Malang  

Malang  adalah sebuah kota di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ia memiliki sejarah sejak zaman Kerajaan Singhasari. Ini adalah kota terpadat kedua di provinsi ini, dengan jumlah penduduk 887.443 menurut estimasi 2016. Wilayah metro-nya adalah rumah bagi 3.663.691 penduduk yang tersebar di dua kota dan 22 kabupaten. Malang adalah kota terbesar ketiga berdasarkan ekonomi di Jawa Timur, setelah Surabaya dan Kediri, dengan PDB 2016 yang diperkirakan sebesar Rp44,30 triliun. 

Kota ini terkenal dengan iklimnya yang ringan. Selama masa penjajahan Belanda, itu adalah tujuan populer bagi penduduk Eropa. Sampai sekarang, Malang masih memegang posisinya sebagai tujuan populer bagi wisatawan internasional. Malang menyimpan berbagai peninggalan sejarah. Kota ini menyimpan peninggalan masa Kerajaan Kanjuruhan sampai masa Belanda. Peninggalan Belanda pada umumnya berupa bangunan-bangunan kuno seperti gereja Kayutangan dan katedral Ijen yang memiliki arsitektur gotik. Malang juga mengadakan berbagai acara untuk melestarikan warisan budayanya, salah satunya adalah Malang Tempo Doeloe Festival. Malang juga memiliki banyak peninggalan sejarah yang telah menjadi landmark seperti Tugu Malang. Malang juga terkenal karena dicap sebagai kota pendidikan. Kota ini memiliki salah satu universitas terbaik di Indonesia seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. 


Probolinggo 

Probolinggo adalah sebuah kota di pantai utara provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ini mencakup area seluas 56,67 km persegi, dan memiliki populasi 217.062 pada Sensus 2010 perkiraan resmi terbaru adalah 223.159. Itu dikelilingi di sisi darat oleh Kabupaten Probolinggo tetapi bukan bagian dari kabupaten. Seperti sebagian besar Jawa Timur bagian utara, kota ini memiliki populasi Madura yang besar di samping banyak orang etnis Jawa. Itu terletak di salah satu jalan raya utama di Jawa, dan memiliki pelabuhan yang banyak digunakan oleh kapal penangkap ikan.

Di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda, khususnya pada abad ke-19, Probolinggo adalah pusat regional yang menguntungkan untuk pemurnian dan ekspor gula, dan gula tetap merupakan produk penting daerah tersebut. Kota ini terkenal dengan mangga, yang secara lokal disebut mangga manalagi. Angin musim kemarau yang kencang dari bulan Juli hingga September, angin gending, membantu penyerbukan pohon mangga dan kadang-kadang dianggap sebagai sumber buah berkualitas di daerah tersebut. Kota yang sebelumnya menghasilkan anggur juga, tetapi beberapa anggur ditanam di daerah itu sekarang.



Surabaya 

Surabaya adalah ibu kota provinsi Jawa Timur Indonesia dan kota terbesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta. Kota ini memiliki populasi lebih dari 3 juta dalam batas kota dan lebih dari 10 juta di wilayah metropolitan Surabaya, menjadikannya daerah metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Terletak di Jawa timur laut di Selat Madura, ini adalah salah satu kota pelabuhan paling awal di Asia Tenggara. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Surabaya adalah salah satu dari empat kota utama di Indonesia, di samping Jakarta, Medan, dan Makassar. 

Kota ini dihuni pada abad ke-10 oleh Kerajaan Janggala, salah satu dari dua kerajaan Jawa yang dibentuk pada 1045 ketika Airlangga turun tahta demi dua putranya. Pada akhir abad 15 dan 16, Surabaya tumbuh menjadi kadipaten, kekuatan politik dan militer utama serta pelabuhan di Jawa Timur, mungkin di bawah kekaisaran Majapahit. Pada waktu itu, Surabaya sudah menjadi pelabuhan perdagangan utama, karena lokasinya di delta Sungai Brantas dan pada rute perdagangan antara Malaka dan Kepulauan Rempah-rempah melalui Laut Jawa. Selama kejatuhan Majapahit, penguasa Surabaya menentang kebangkitan Kesultanan Demak, dan hanya tunduk pada kekuasaannya pada tahun 1530. Surabaya merdeka setelah kematian Sultan Trenggana dari Demak pada 1546. 


Madiun 

Madiun adalah sebuah kota di bagian barat Jawa Timur, Indonesia, yang dikenal dengan pusat pertaniannya. Dulunya adalah ibukota Kabupaten Madiun, tetapi sekarang secara administratif terpisah dari kabupaten.

Madiun, yang terletak 169 km barat daya Surabaya, mencakup area seluas 33,92 km persegi, dan memiliki populasi 170.964 pada Sensus 2010 perkiraan resmi terbaru adalah 175.767. Kota ini rata-rata 63 meter di atas permukaan laut dan terletak di Sungai Madiun, anak sungai dari Sungai Bengawan Solo. Dikelilingi oleh sejumlah gunung, termasuk Gunung Wilis (2.169 m) di timur, ke selatan kisaran Kapur Selatan (500-1.000 m) dan ke barat Gunung Lawu (3.285 m). Madiun memiliki suhu rata-rata 20-35 derajat Celcius.

Mojokerto 

Mojokerto adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.  Ini terletak 40 km barat daya Surabaya, dan merupakan salah satu unit komponen dari wilayah metropolitan Surabaya (dikenal sebagai Gerbangkertosusila) yang terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan.

Asal Mula Terbentuknya Provinsi Jawa TImur

Sejarah Jawa Timur - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jawa Timur (Indonesia: Jawa Timur) adalah provinsi Indonesia. Ia memiliki perbatasan darat hanya dengan provinsi Jawa Tengah di sebelah barat; Laut Jawa dan Samudra Hindia berbatasan dengan pantai utara dan selatannya, sementara Selat Bali yang sempit di sebelah timur memisahkan Jawa dari Bali. Terletak di Jawa bagian timur, pulau ini juga mencakup Pulau Madura, yang terhubung ke Jawa oleh jembatan terpanjang di Indonesia, Jembatan Suramadu, serta kepulauan Kangean dan Masalembu yang terletak lebih jauh di timur dan utara. Ibukotanya adalah Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia dan pusat industri utama. Banyuwangi adalah kabupaten terbesar di Jawa Timur dan terbesar di pulau Jawa. 


Provinsi ini mencakup area seluas 47.800 km2, Menurut Sensus 2010, ada 37.476.757 orang yang tinggal di Jawa Timur, menjadikannya provinsi dengan populasi terpadat kedua di Indonesia; perkiraan resmi terbaru (untuk pertengahan 2019) adalah 39.744.800. Jawa Timur dihuni oleh banyak kelompok etnis yang berbeda, seperti Jawa, Madura dan Cina. Sebagian besar orang di Jawa Timur menganut Islam, membentuk sekitar 96% dari total populasi. Agama-agama lain juga disembah, seperti Kristen, yang sebagian besar disembah oleh orang Indonesia Tionghoa dan imigran dari Indonesia Timur dan Sumatera Utara, dan juga agama Hindu yang sebagian besar disembah oleh orang Tengger di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan orang Bali yang mendiami bagian paling timur dari provinsi yang berbatasan dengan Bali. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi provinsi dan juga seluruh bangsa, tetapi bahasa Jawa dan Madura adalah bahasa yang paling sering digunakan. Bahasa Indonesia hanya digunakan untuk komunikasi antar etnis dan keperluan resmi.

Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menawarkan berbagai jenis tempat wisata. Daerah ini menawarkan berbagai objek wisata alam mulai dari gunung, pantai, gua, hingga air terjun. Secara umum, hampir setiap kabupaten atau kota di Jawa Timur memiliki tujuan wisata yang unik, seperti gunung berapi Ijen di Banyuwangi, Taman Nasional Baluran di Situbondo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dll.

Prasejarah

Jawa Timur telah dihuni oleh manusia sejak zaman prasejarah. Ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya sisa-sisa fosil Pithecanthropus mojokertensis di Kepuhlagen, Mojokerto. Pithecanthropus erectus pada Trinil, Ngawi dan Homo wajakensis di Wajak, Tulungagung.

Era pra-Islam


Prasasti Dinoyo yang ditemukan di dekat kota Malang adalah sumber tertulis tertua di Jawa Timur, yang berasal dari tahun 760 Masehi. Mereka menceritakan banyak peristiwa politik dan budaya di Kerajaan Dinoyo. Nama Malang diperkirakan berasal dari nama bangunan suci bernama Malangkuseswara. Nama ini terkandung dalam setidaknya satu prasasti, yaitu prasasti Mantyasih yang ditulis tahun 907 Masehi.

Era islam

Tanggal pasti kapan Islam memasuki Jawa masih belum jelas. Hal ini disebabkan tidak adanya sumber yang pasti mengenai kedatangan Islam di Jawa. Namun, menurut beberapa ahli, diperkirakan bahwa Islam memasuki Jawa sekitar abad ke-11 dengan bukti makam Fatimah Binti Maimun di desa Leran di Kabupaten Gresik yang berasal dari 475 H (1085 M). Makam itu juga menunjukkan bahwa pada abad ke-11 pantai Utara Jawa sudah mulai sering dikunjungi oleh pedagang Arab dari Timur Tengah. Selain itu, beberapa makam Islam ditemukan di Trowulan, yang terletak di tempat yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Mojokerto, dekat lokasi bekas istana Majapahit.

Kolonisasi Eropa

Hubungan antara kekuatan kolonial Jawa dan Eropa dimulai pada 1522, dengan penandatanganan perjanjian antara Kerajaan Sunda dan Kekaisaran Portugis di Malaka. Setelah kegagalan perjanjian itu, kehadiran Portugis kemudian terbatas pada Malaka di Semenanjung Malaya dan Kepulauan Maluku. Ekspedisi di bawah pimpinan penjarahan Belanda Cornelis de Houtman yang terdiri dari empat kapal pada tahun 1596 menjadi awal kehadiran Belanda di pulau itu. Pada akhir abad ke-18, Belanda telah berhasil memperluas pengaruh mereka pada kesultanan Islam di pedalaman pulau Jawa.

Pendudukan dan revolusi Jepang

Operasi Transom, menghancurkan Tanjung Perak pada tahun 1944. Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, ada perlawanan terus-menerus terhadap pemerintahan Jepang. Di Blitar, sebuah pemberontakan oleh PETA (Pembela Tanah Air) yang dipimpin oleh Supriyadi, Moeradi, Halir Mangkudijoyo, dan Soemarto terjadi pada awal 1945, tetapi dihancurkan oleh Jepang.

Dua minggu setelah proklamasi kemerdekaan, Surabaya mendirikan pemerintahannya sendiri dalam bentuk penduduk, R. Sudirman. Pembentukan pemerintah di Surabaya menyebabkan perselisihan antara pasukan republik dan pasukan Jepang, yang mengakibatkan berbagai pertempuran kecil di kota. Ini karena ketika Jepang menyerah, mereka diwajibkan untuk tetap berkuasa sampai pasukan sekutu tiba. Kedatangan pasukan Sekutu di Surabaya menciptakan ketegangan dengan pemerintah Indonesia yang baru didirikan, mencapai puncaknya pada 10 November 1945 di mana pertempuran besar antara penduduk Surabayan dipimpin oleh Sutomo dan pasukan Sekutu.

Era kontemporer

Seiring dengan pertumbuhan urbanisasi yang cepat di Jawa Timur, pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk akan perumahan yang terjangkau, yang mengarah pada pembangunan kota-kota kumuh di sepanjang sungai dan rel kereta api. Saat ini, kota-kota gubuk masih ada meskipun beberapa telah diubah menjadi perumahan yang lebih baik. 

Jawa Timur telah dua kali menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON), yaitu PON VII pada tahun 1969, dan PON XV pada tahun 2000, dan menjadi juara umum PON pada tahun 2000, dan 2008. Sejak tahun 1996, Tim Sepak Bola Jawa Timur selalu memenangkan medali emas dimasukkan pada tahun 2008, dan dicatat sebagai medali emas keempat yang diterima secara berurutan. Pada 2021, Jawa Timur juga menjadi tuan rumah Asian Youth Games ke-4.